Jumat, 04 Maret 2011

Tugas Akhir



SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN PADA 
PUSKESMAS WEDOMU  KAB. BELU
KEC. TASIFETO TIMUR
NUSA TENGGARA TIMUR


TUGAS AKHIR




Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Komputer




Oleh :
ALBERTUS KRISTOFORUS MAU
06.830.007












PROGRAM STRATA SATU SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS MERDEKA MALANG
2010



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Kesehatan adalah suatu hal yang sangat mahal, karena dengan badan yang sehat kita bisa  melakukan suatu pekerjaan dengan hasil yang lebih baik dibandingkan disaat kita sakit. Maka dari itu pelayanan kesehatan yang baik sangat dibutuhkan guna mendapatkan kesehatan.
Salah satu penunjang pelayanan kesehatan yang dituntut untuk menjadi lebih baik adalah satu sistem pelayanan yang efektif dan efisien. Teknologi sistem informasi saat ini berkembang disemua bidang, dan salah satunya  adalah dibidang pelayanan kesehatan. Satu sistem terkomputerisasi adalah sistem yang dapat memudahkan dalam pengelolahan data serta pengontrolan sistem.
Dari hasil survei yang telah dilakukan diketahui bahwa pada Puskesmas Wedomu yang berada di desa Manleten Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur semua sistemnya dijalankan secara manual, meski ada beberapa komputer namun penggunaannya masih belum efektif. Hal tersebut dapat dilihat adanya beberapa bagian sistem yang mengharuskan pasien untuk antri berkali-kali pada saat pembagian poli dan karena lamanya petugas memasukan data bagi pasien yang baru pertama kali berkunjung dan mencari data bagi anggota atau pasien lama di buku-buku besar yang begitu banyak.


Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut penulis ingin mendesain  dan membangun sistem informasi rekam medis guna memperlancar adanya pengefektifan sistem yang sudah dijalankan tersebut.

1.2    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan dari latar belakang diatas maka dapat diambil sebuah rumusan masalah, yaitu: bagaimana merancang dan membangun “SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PASIEN pada PUSKESMAS WEDOMU KAB. BELU KEC. TASIFETO TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR”  agar sistem pelayanan  pada PUSKESMAS WEDOMU Yang berada di Desa Manleten tersebut bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

1.3    BATASAN MASALAH
Dilihat banyaknya pelayanan yang berada didalam PUSKESMAS WEDOMU ini maka diperlukan suatu batasan masalah yang akan dibahas, yaitu:
1.      Pendaftaran pasien dan kunjungan pasien
2.      Diagnosa Pasien
3.      Pelayanan poli
4.      Pelayanan Laboratorium
5.      Pelayanan  Apotek
6.      Biaya pengambilan obat.
7.      Tidak membahas pelayanan UGD
8.      Tidak membahas Pelayanan Rawat inap
1.4  TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Dengan didesainnya sistem informasi rekam medis yang berbasis komputerisasi tersebut maka pelayanan yang berada di PUSKESMAS WEDOMU ini akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.
2.      Agar sistem di PUSKESMAS WEDOMU terintegrasi antara pendaftaran pasien,pemeriksaan dan pengambilan obat.
Sedangakan manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini antara lain:
1.      Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja pada PUSKESMAS WEDOMU.
2.      Mengoptimalkan sistem informasi pada PUSKESMAS WEDOMU dalam hal pengolahan dan pengontrolan sistem.

1.5  TAHAPAN PENELITIAN
1.Metode pengumpulan data sebagai berikut:
1.      Studi literatur, yaitu dengan pengumpulan bahan serta pembelajaran mengenai teknologi yang ada pada sistem administrasi di puskesmas Wedomu.
2.      Melakukan survei dan wawancara mengenai sistematika yang sedang berjalan meliputi : pendaftaran pasien, diagnosa pasien,layanan poli,layanan laboratorium,pengambilan obat, biaya, laporan data diagnosa dan kunjungan pasien.

2. Desain Sistem
Perancangan sistem, meliputi ERD, DFD, dan desain interface
3.Membuat program
4.Uji coba
5.Presentasi dan evaluasi

1.6  SISTEMATIKA PENULISAN
Gambaran singkat mengenai isi masing-masing bab pada penulisan ini dapat diuraikan sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode pengumpulan data, sitematika penulisan.

BAB 11 LANDASAN TEORI
Pada bab ini membahas tentang konsep dasar sistem informasi, konsep dasar rekam medis, bagan alur dokumen, diagram alur data, normalisasi, system basis data, ERD, kardinalitas.




                                       
BAB 111 ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini membahas tentang sejarah singkat berdirinya PUSKESMAS, struktur organisasi dan gambaran tugas sistem yang sedang berjalan serta permasalahan yang ada pada PUSKESMAS, pemecahan masalah tersebut meliputi DAD sistem yang diusulkan, kamus data, ERD, skema tabel basis data serta rancangan input dan output.

BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas tentang hasil dan pembahasan masalah serta menjelaskan bagaimana implementasi sistem dan intalasi program yang meliputi konfigurasi hadware dan software yang dibutuhkan, serta petunjuk intalasi dan petunjuk pengoperasian program.

BAB V PENUTUP
Pada bab ini menguraikan tentang kesimpulan dari keseluruhan masalah yang telah dibahas serta saran-saran untuk pengembangan sistem selanjutnya. 




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu dengan menerima input, memprosesnya dan menghasilkan suatu output.
2.1.2        Pengertian Informasi
     Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi yang mengambil keputusan saat ini atau yang akan datang.Jogianto(1990:8)
2.1.3 Definisi Sistem Informasi
Sebenarnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem Informasi yang menggunakan komputer disebut dengan sistem informasi berbasis komputer. Dalam prakteknya, istilah sistem informasi sering dipakai tanpa menggunakan kata berbasis komputer, walaupun dalam penggunaannya komputer merupakan bagian yang sangat penting.
Sistem Informasi adalah suatu sistem bantuan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada pemakai.Kadir (2003:10-11)

2.1.4 Pengertian Pasien
Pasien adalah seseorang yang menerima perawatan medis. Sering kali, pasien menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya. Kata pasien dari bahasa Indonesia analog dengan kata patient dari bahasa Inggris. Patient diturunkan dari bahasa Latin yaitu patiens yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja pati yang artinya "menderita". Sedangkan Rawat inap adalah istilah yang berarti proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan di suatu ruangan di rumah sakit. Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien dirawat. Ruangan ini dulunya sering hanya berupa bangsal yang dihuni oleh banyak orang sekaligus. Saat ini, ruang rawat inap di banyak rumah sakit sudah sangat mirip dengan kamar-kamar hotel. Pasien yang berobat jalan di Unit Rawat Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang merawatnya, bila pasien tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit atau menginap di rumah sakit.

2.2 KONSEP DASAR REKAM MEDIS
2.2.1 Defenisi Rekam Medis
Defenisi rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana-sarana kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap ini menurut PERMENKES No. 749a/MENKES/per/XII/1989 dalam Basbeth (www. Freewebs. Com\medicalrecord\definisirekammedis.htm).
Begitu juga menurut ikatan dokter Indonesia dalam Basbeth  rekam medis sebagai rekaman dalam bentuk tulisan atau gambaran aktivitas pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan medis/kesehatan kepada seorang pasien

2.2.2 Manfaat Rekam Medis
Dalam Basbeth (www. Freewebs.Com\medicalrecord\definisirekammedis.htm).
PERMENKES no.749a tahun 1989 menyebutkan bahwa rekam medis mempunyai lima manfaat yaitu:
1.      Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien.
2.      Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hokum.
3.      Bahan untuk kepentingan penelitian.
4.      Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan.
5.      Sebagai bahan untuk menyiapkan statistic kesehatan.

2.2.3 Isi Rekam Medis
Menurut Basbeth (www.Freewebs.Com\medicalrecord\definisirekammedis.htm).isi rekam medis merupakan catatan keadaan tubuh dan kesehatan, termasuk data tentang identitas dan data medis seorang pasien. Secara umum isi rekam medis dapat dibagi dalam dua kelompok data yaitu:
1.      Data medis atau data klinis: yang termasuk data medis adalah segala data tentang riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, diknosis, pengobatan serta hasilnya, laporan dokter, perawat, hasil pemeriksaan laboratorium, ronsen, dsb. Data-data ini merupakan data-data yang bersifat rahasia (confidetial) sehingga tidak dapat dibuka kepada pihak ketiga tanpa izin dari pasien yang bersangkutan kecuali jika ada alas an lain berdasarkan peraturan atau perundang-undangan yang memaksa dibukanya informasi tersebut.
2.      Data sosiologis atau data non medis: adalah segala data lain yang tidak berkaitan dengan data medis, seperti data identitas, data sosial ekonomi, alamat dsb. Data ini oleh sebagian orang dianggap tidak rahasia tapi oleh sebagian lain dianggap rahasia.

2.3  Bagan Alir Dokumen (BAD)
         Bagan  alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya (Jogiyanto, 1989:800).
            Bagan alir dokumen dapat digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut:
1.      Simbol Dokumen
Menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses manual, mekanik atau komputer.
 


                                    Gambar 2.1 Simbol Dokumen


2.   Simbol Kegiatan Manual
Merupakan pekerjaan manual


 


                                    Gambar 2.2 Simbol Kegiatan Manual

3.     Simbol Proses
Merupakan kegiatan proses dari operasi.


 


Gambar 2.3 Simbol Proses
4.     Simbol Garis Alir
Menunjukan arus dari proses


















 



                                                  Gambar 2.4 Simbol Garis Alir
5.     Simbol Penghubung
Menunjukan penghubung ke halaman yang sama atau halaman yang lain








 

                                                               Atau

Gambar 2.5 Simbol Penghubung
6.     Proses Offline (Arsip)


 



Gambar 2.6 Proses Offline

2.4 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempetimbangkan lingkungan fisik dimana data itu berjalan dan dimana data tersebut di simpan, selain itu DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik (Jogiyanto, 2001:700).
            Data flow diagram adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau membuat suatu model dari input, output serta proses transformasinya pada suatu sistem sehingga sistem tersebut dapat mudah dipahami.







2.4.1 Komponen DFD
Menurut (Jogiyanto, 2001:700-707) komponen-komponen dalam DFD antara lain
1.      Kesatuan Luar (External Entity).
Kesatuan luar merupakan : kesatuan (Entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi, atau sistem lainnya dilingkungan luar yang memberikan input atau menerima output dari sistem.
Simbol :



Gambar 2.7  Simbol Entity




2.      Proses (Process)
Proses adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang msuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simbol :


Gambar 2.8 Simbol Proses


3.      Arus Data (Data Flow).
Berupa simbol panah yang mengalir antara proses, simpanan dan kesatuan luar.
Simbol :


Gambar 2.9 Simbol Arus Data

4.      Simpanan Data (Data Store).
Merupakan simpanan dari data yang berupa:
a.      Suatu file atau database di sistem komputer.
b.      Suatu arsip atau catatan manual.
Simbol
Atau  


Gambar 2.10 Simbol simpanan data (data store)

2.4.2 Simbol DFD dengan Power Designer 6
1.      External Entity
Gambar 2.11 Simbol External Entity

2.      Process
Gambar 2.12 Simbol Process
3.      Data Flow
Gambar 2.13 Simbol Data Flow
4.      Data Store
Gambar 2.14 Simbol Data Store

2.5 Kamus Data           
      Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) atau disebut juga dengan data istilah. System data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi (Jogianto,1989:725).

2.6 Normalisasi
            Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam basis data (Edhy Sutanta, 1996: 6)
            Suatu file yang terdiri dari beberapa group elemen yang berulang-ulang perlu diorganisasikan. Proses untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan group elemen yang berulang-ulang ini disebut normalisasi. Normalisasi ditemukan pada tahun 1970 oleh E. F. CODD. (Jogiyanto, 1989: 403).
Langkah-langkah pembentukan normalisasi:
  1. Bentuk tidak normal (unnormalize form), yang merupakan kumpulan data yang akan direkam tidak ada ketentuan meliputi suatu format.
  2. Bentuk normal pertama (1NF/ first normal form), biasa digunakan pada yang belum ternormalisasi. Mempunyai ciri, setiap atribut dibentuk dalam file data atau rata.
  3. Bentuk normal kedua (2NF/ Second normal form), mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria normal bentuk pertama.
4)          Bentuk normal ketiga (3NF/ Third normal form), mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria normal kedua dan semua atribtut bukan primer, tidak mempunyai hubungan yang transitif.

2.7 ERD (Entity Relationship Diagram)
Yang dimaksud Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu dokumentasi data memperlihatkan hubungan yang ada diantara entity tersebut, (Kristanto, 2000:192).



1.      Entitas (Entity)
Entitas adalah suatu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata, dimana informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan. Bentuknya persegi panjang dengan label nama didalamnya, (Nugroho, 2005:29).
Simbol :


 




Gambar. 2.15 Entitas (Entity)


2.      Relasi (Relationship)
Relasi adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity, (Nughroho, 2005:29). Relationship tidak mempunyai keberadaan fisik kecuali yang mewarisi dari hubungan antar entity tersebut
Simbol :


Gambar. 2.16 Relasi (Relationship)
3.        Atribut
Atribut adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut, (Nugroho, 2005:29).
Simbol :



Gambar. 2.17 Atribut
4.      Entitas Lemah (Weak Entity)
Entitas lemah (Weak Entity) adalah suatu entity dimana atributnya bukan milik sendiri, (Nugroho, 2005:29). Keadaan dari entity tersebut tergantung dari keberadaan entitas lain.
Simbol :

                                                                                  

Gambar. 2.18 Weak Entity


2.7.1 ERD dengan Power Desainer 10
  1. External Entity
Gambar 2.19 External Entity
  1. Relationship
Gambar 2.20 Relationship



2.7.2 Kardinalitas (Cardinality)
Whitten, Bentley, Dittman (2004:285) mengemukakan bahwa kardinalitas adalah jumlah minimum dan maksimum kemunculan suatu entitas yang mungkin dihubungkan dengan kemunculan tunggal dan entitas lain. Kardinalitas mendefinisikan jumlah kemunculan baik minimum maupun maksimum satu entitas yang dapat dihubungkan dengan kemunculan entitas lain. Karena semua hubungan bersifat dua arah maka kardinalitas harus didefinisikan untuk setiap hubungan (Nugroho, 2004 : 55):
Interpretasi kardinalitas
Contoh minimum
Contoh maksimum
Notasi Grafis
Tepat satu dan hanya satu
1
1
Atau

 
Nol atau satu
0
1
Satu atau lebih
1
Banyak(>1)
Nol, satu atau lebih
0
Banyak (>1)
Lebih dari satu
> 1
> 1

Gambar 2.21 Kardinalitas


BAB III
ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

3.1 Analisis Masalah
            Pada bab ini membahas tentang analisis dan pemecahan masalah-masalah dan apa saja hambatan-hambatan sehingga mendapatkan suatu solusi yang tepat dalam pengolahan data berupa penerimaan dan pengobatan pasien pada Puskesmas Wedomu.

3.1.1 Sejarah Singkat Puskesmas Wedomu
Sebelum menjadi Puskesmas Wedomu,pada tahun 1976  menjadi Balai Pengobatan (BP) yang sangat-sangat sederhana dipimpin oleh Hironimus Bele Bau beserta dua orang Bidan setelah tahun 1984 ditingkatkan menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang masih dipimpin juga oleh Hironimus Bele Bau. Pada tahun 1990 ditingkatkan lagi menjadi Puskesmas yang dipimpin oleh Philipus Tes dan di bantu oleh 5 orang Bidan dan 1 orang Dokter pada bulan oktober tahun 2003 menjadi Puskesmas Rawat Inap yang dipimpin oleh  Martinus Ulu Marten Bere dan di bantu oleh 10 orang Bidan dan 2 orang Dokter sampai saat ini.







3.1.2 Struktur Organisasi


Tata Usaha
 
Kepala Puskesmas
 
                                                                 
 





Gambar 3.1 Strukur Organisasi PUSKESMAS WEDOMU

Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian :
  1. Kepala
    1. Mengkoordinasi semua kegiatan di dalam puskesmas
    2. Menandatangani surat yang berkaitan di dalam puskesmas
    3. Menetapkan keputusan rapat anggota maupun rapat pengurus
    4. Menerima laporan kegiatan yang berlangsung di puskesmas
  2. Tata usaha
    1. Membuat laporan keuangan
    2. Membuat laporan data pasien
    3. Membuat laporan pemeriksaan laboratorium
    4. Membuat laporan diagnosa dan resep obat
  3. Administrasi / kasir
    1. Menerima pembayaran dari pasien
b.   Membuat catatan pembayaran pasien

4.   Poli / Dokter
a.   Memeriksa pasien
b.   Memberi diagnosa kepada pasien
c.   Memberikan resep obat kepada pasien
d.   Menyuruh pasien untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium

5.   Laboratorium
            a.   Memeriksa pasien sesuai rujukan dari dokter
            b.   Mengeluarkan hasil pemeriksaan lab  

6.   Apotek
            a.   Untuk melayani obat sesuai resep dokter.





                  






3.1.3 Bagan Alir Diagram (BAD)
BAD sistem informasi ini menjelaskan tentang alir kerja dalam proses penerimaan pasien pada Puskesmas Wedomu. Dalam BAD ini dapat dilihat alir data yang akan diproses, tentang langkah-plangkah proses dari awal sampai akhir.
Gambar 3.2 BAD Pendaftaran Pasien Yang Sedang Berjalan
Gambar 3.3 BAD Pemeriksaan Pasien Dengan Rujukan Laboratorium Yang Sedang Berjalan
Gambar 3.4 BAD Lanjutan Pemeriksaan Pasien Dengan Rujukan Laboratorium Yang Sedang Berjalan
Gambar 3.5 BAD Pemeriksaan Pasien  Dengan Hasil Diagnosa Tanpa Rujukan Lab Yang Sedang Berjalan
Gambar 3.6 BAD Lanjutan Pemeriksaan Pasien  Dengan Hasil Diagnosa Tanpa Rujukan Lab Yang Sedang Berjalan
Gambar 3.7 BAD Penerimaan Pasien Yang Diusulkan


3.2 Pemecahan Masalah
            Untuk mengatasi permasalahan pada PUSKESMAS WEDOMU maka dibuat rancangan sistem informasi penerimaan dan pengobatan sebagai berikut:

3.2.1 Diagram Alir Data Yang Diajukan
Gambar 3.8 Context Diagram (DFD level-0) Sistem Informasi Puskesmas Wedomu
Context Diagram atau DFD level-0 diatas apabila dilakukan pemilahan (Decomposition) akan didapatkan level berikutnya yaitu DFD level-1. Terdapat beberapa proses dalam DFD level-1 ini yang akan menghasilkan gambaran kemana tujuan data akan dilanjutkan dan menghasilkan bentuk entitas yang dapat dipakai sebagai database.


3.2.2. DFD Level-1 (Data Flow Diagram Level-1)
          DF Level-1 dari sistem  diatas dapat digambarkan sebagai berikut:  
Gambar 3.9 DFD Level_1 Sistem Informasi Wedomu

Proses di dalam DFD Level-1
Admin menyuruh pasien memeriksa  ke bagian rekam medis kemudian dari bagian rekam medis memberikan rekam medis pasien ke dokter/poli. Dari bagian poli/dokter memberikan rujukan lab untuk diproses di transaksi lab dari transaksi lab mengeluarkan tes lab di kasihkan ke laboratorium dari laboratorium mengeluarkan hasil tes lab untuk di proses di transaksi poli. Dari transaksi poli dokter menerima hasil tes lab kemudian dokter mengeluarkan hasil diagnosa dan resep untuk diproses di transaksi apotek, setelah di  proses di transaksi apotek, transaksi apotek memberikan resep obat ke apotek. Dari apotek mengeluarkan obat  untuk di proses lagi di transaksi apotek, dari proses transaksi apotek mengeluarkan kwitansi pembayaran ke administrasi/kasir. Dari administrasi/kasir mengeluarkan catatan pembayaran untuk di proses di transaksi pembayaran, dari transaksi pembayaran mengeluarkan data pembayaran ke admin. Dari admin mengeluarkan data transaksi untuk diproses di proses laporan kemudian dari proses laporan memberikan laporan data transaksi ke tata usaha.
3.2.3 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Rekam Medis
Gambar 3.10 DFD Level_2 Rekam Medis

Admin menyuru pasien memeriksa ke bagian rekam medis dari proses rekam medis memberikan rekam medis pasien ke dokter/poli. Dari proses rekam medis mengambil data pasien, transaksi poli, laboratorium, apotik.



3.2.4 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Transaksi Lab
Gambar 3.11 DFD Level_2 Transaksi Lab

Dari dokter atau poli memberikan rujukan lab untuk di proses di transaksi lab dari transaksi lab memberikan tes lab ke laboratorium. Dari proses Transaksi Lab mengambil data pemeriksaan lab, data dokter, data pasien, nomor pendaftaran untuk disimpan di detail lab.








3.2.5 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Transaksi Poli
.
Gambar 3.12 DFD Level_2 Transaksi Poli

Dari laboratorium memberikan hasil tes lab untuk di proses di transaksi poli. Dokter atau poli menerima hasil tes lab dari proses transaksi poli. Dari proses transaksi poli mengambil data diagnosa, datapoli, data pasien, data pendaftaran, untuk disimpan di detail poli.








3.2.6 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Transaksi Apotek
Gambar 3.13 DFD Level_2 Transaksi Apotek

Dari dokter atau poli memberikan hasil diagnosa dan resep untuk di proses di transaksi apotek dari proses transaksi apotek memberikan resep obat ke apotek. Dari apotek memberikan obat untuk diproses di transaksi apotek.dari transaksi apotek mengeluarkan kwitansi pembayaran ke administrasi/kasir. Dari proses transaksi apotek mengambil data obat, data pendaftaran, data pasien untuk di simpan di detail apotek.





3.2.7 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Transaksi Pembayaran
Gambar 3.14 DFD Level_2 Transaksi Pembayaran

Dari administrasi atau kasir mengeluarkan catatan pembayaran untuk di proses di transaksi pembayaran dari proses transaksi pembayaran mengeluarkan data pembayaran ke admin. Dari proses transaksi pembayaran mengambil data transaksi apotek, data transaksi lab, data detail poli untuk di simpan di transaksi pembayaran.









3.2.8 DFD Level-2(Data Flow Diagram Level-2)Laporan
Gambar 3.15 DFD Level_2 Laporan

Dari admin  memberikan data transaksi untuk di proses di laporan dari proses laporan memberikan laporan data transaksi ke tata usaha.

3.2.9 Entity Relationalship Diagram (ERD)
Dalam perancangan awal ERD pengembangan Sistem Informasi Rekam Medis Pasien pada Puskesmas Wedomu ini terdapat entitas-entitas yang saling berhubungan yaitu: Pendaftaran, Pasien, Detail Poli, Dokter, Diagnosa, Detail Laboratorium, Pemeriksaan Laboratorium,  Detail Apotik, Obat. Tiap-tiap entitas dalam perancangan awal ERD mempunyai identification number (identifier) dan relationship (kardinalitas) dengan entitas lain yang dikonsepkan dalam bentuk Conceptual Data Model(CDM) seperti dibawah ini
PDM digambarkan tabel-tabel beserta record-record nya yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan database. Hasil dari generate dari Conceptual Data Model dapat dilihat pada gambar dibawah ini.




Gambar 3.16  Conceptual Data Model (CDM)
Gambar diatas merupakan Conceptual Data Model dari sistem informasi Puskesmas Wedomu. Kemudian dilakukan generate (generasi) menjadi Physical
Data Model (PDM). Di dalam PDM digambarkan tabel-tabel beserta record-record nya yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan database. Hasil dari generate dari Conceptual Data Model dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 3.17 Physical Data Model (PDM)

3.2.10 Kamus Data
Kamus data adalah fakta tentang data atau kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.Kamus data di buat berdasarkan arus data yang ada pada diagram alir data.Arus data di diagram alir data sifatnya global.Kamus data  digunakan untuk merancang input,laporan dan database.

Tabel 3.1  Kamus Data Dokter
Nama Field
Keterangan
Kode_dokter
Nama
Alamat
Jabatan
Jenis_kelamin
Spesialisasi
Kode Dokter
Nama Dokter
Alamat Dokter
Jabatan dokter
Jenis Kelamin Dokter
Spesialisasi dokter











Tabel 3.2  Kamus Data Pasien
Nama Field
Keterangan
Kd_pasien
Nama
Alamat
Kota
Tlpn
Riwayat_kesehatan
Tgl_lahir
Jenis_Kelamin
Kode Pasien
Nama Pasien
Alamat Tinggal Pasien
Kota Tempat tinggal Pasien
Nomor Telepon pasien
Riwayat kesehatan pasien
Tanggal Lahir Pasien
Jenis Kelamin Pasien

Tabel 3.3  Kamus Data diagnosa
Nama Field
Keterangan
Kd_Diagnosa
Nama_diagnosa
Kode diagnosa
Nama diagnosa

Tabel 3.4 Kamus Data Poli
Nama Field
Keterangan
Kode_poli
Nama_poli
Kode_dokter
Tarif_poli
Kode Poli
Nama poli
Kode dokter
Tarif pemeriksaan poli



Tabel 3.5  Kamus Data Pemeriksaan Lab
Nama Field
Keterangan
Kode_pemeriksaan
Nama_pemeriksaan
Tarif _Lab
Kode Pemeriksaan lab
Nama pemeriksaan lab
Tarif pemeriksaan laboratorium

Tabel 3.6    Kamus Data Obat
Nama Field
Keterangan
Kd_obat
Nama_obat
Harga
Dosis
Jenis
Keterangan
Kode Obat
Nama Obat
Harga Obat
Dosis Pemakaian
Jenis Obat
Keterangan obat











Tabel 3.7  Kamus Data Pendaftaran
Nama Field
Keterangan
No_transaksi
Tgl_pendaftaran
Kd_pasien
Status
Nomor Transaksi
Tanggal Pendaftaran
Kode Pasien
Status Pasien di puskesmas

Tabel 3.8  Kamus Data Transaksi Poli
Nama Field
Keterangan
Nomor_transaksi
Nm_dokter
Kd_dokter
Nm_pasien
Kd_diagnosa
Nm_diagnosa
Kd_poli
Nm_poli
Jumlah_pembayaran_poli
Nomor Transaksi
Nama dokter
Kode dokter pemerisksa
Nama dokter
Kode Diagnosa pasien
Nama diagnosa
Kode poli
Nama poli
Jumlah pembayaran







Tabel 3.9  Kamus Data Transaksi Laboratorium
Nama Field
Keterangan
Transaksi_nomor
Nm_pasien
Kd_pemeriksaan
Nm_pemeriksaan
Kd_Dokter
Nama_Dokter
Hasil
Keterangan_hasil
Jumlah_pembayaran _lab
Nomor Transaksi
Nama pasien
Kode pemeriksaan
Nama pemeriksaan
Kode Dokter pemeriksa
Nama dokter
Kode pemeriksaan laboratorium
Keterangan hasil lab
Jumlah pembayaran

Tabel 3.10  Kamus Data Transaksi Apotek
Nama Field
Keterangan
Transaksi_no
Nm_pasien
Kd_dokter
Nm_dokter
Identitas_obat
Nm_obat
Jumlah_obat
Harga_obat
Jumlah_pembayaran_apotek
Nomor transaksi pendaftaran
Nama pasien
Kode dokter
Nama dokter
Kode obat
Nama obat
Jumlah obat
Harga obat
Jumlah pembayaran


Tabel 3.11 Kamus Data Pembayaran
Nama Field
Keterangan
Nmr_transaksi
Nama_pasien
Nama_transaksi
Tarif
Nomor Transaksi
Nama pasien
Nama transaksi
Biaya

3.2.11 Normalisasi
Transaksi Pembayaran
0NF
1NF
2NF
3NF
Pasien
Pembayaran
Transaksi Apotik
0NF
1NF
2NF
3NF
Pasien
Pembayaran
Dokter
Apotik




Transaksi Poli
0NF
1NF
2NF
3NF
Dokter
Pasien
Diagnosa

Poli



Transaksi Laboratorium
0NF
1NF
2NF3NF
Pasien
Dokter
Pembayaran
Laboratorium




3.2.12 Desain Database
Desain database yang digunakan  pada PUSKESMAS WEDOMU adalah sebagai berikut:
Tabel 3.12  Dokter
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_dokter
Varchar
10
Primarykey
Nama
Varchar
30
-
Alamat
Varchar
50
-
Jabatan
Varchar
25
-
Jenis_kelamin
Varchar
10
-
Spesialis
Varchar
15
-

Tabel 3.13  Pasien
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_pasien
Varchar
10
Primarykey
Nama
Varchar
30
-
Alamat
Varchar
50
-
Kota
Number
15
-
No_Tlpn
Varchar
15
-
Riwayat_kesehatan
Varchar
50
-
Tgl_lahir
Date
-
-
Jenis_kelamin
Varchar
10
-



Tabel 3.14  Diagnosa
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_diagnosa
Varchar
10
Primarykey
Nama_diagnosa
Varchar
25
-

Tabel 3.15  Poli
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_poli
Varchar
10
Primarykey
Nama_poli
Varchar
30
-
Kode_dokter
Varchar
10
-
Tarif_poli
Number
11
-

Tabel 3.16  Pemeriksaan Laboratorium
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_pemeriksaan
Varchar
10
Primarykey
Nama_pemeriksaan
Varchar
30
-
Tarif _Lab
Number
11
-








Tabel 3.17  Obat
Field Name
Type
Size
Keterangan
Kode_Obat
Varchar
10
Primarykey
Nama_obat
Varchar
20
-
Harga
Number
11
-
Dosis
Varchar
10
-
Jenis
Varchar
10
-
Keterangan
Varchar
20
-

Tabel 3.18  Pendaftaran
Field Name
Type
Size
Keterangan
Nomor_transaksi
Varchar
15
Primarykey
Tanggal_pendaftaran
Date
-
-
Kode_pasien
Varchar
10
-
Status
Varchar
1
-










Tabel 3.19  Transaksi Poli
Field Name
Type
Size
Keterangan
Nomor_transaksi
Varchar
15
Primarykey
Nama_dokter
Varchar
30
-
Kode_dokter
Varchar
10
-
Nama_pasien
Varchar
30
-
Kode_diagnosa
Varchar
10
-
Nama_diagnosa
Varchar
25
-
Kode_poli
Varchar
10
-
Nama_poli
Varchar
30
-
Jumlah_pembayaran_
Poli
Number
11
-













Tabel 3.20 Transaksi Laboratorium
Field Name
Type
Size
Keterangan
Transaksi_nomor
Varchar
15
 Primarykey
Nama_pasien
Varchar
30
-
Kode_pemeriksaan
Varchar
10
 -
Nama_pemeriksaan
Varchar
30
-
Kode_dokter
Varchar
10
 -
Nama_dokter
Varchar
50
 -
Hasil
Varchar
30
-
Keterangan_hasil
Varchar
30
-
Jumlah_pembayaran_
Lab
Number
11
-






Tabel 3.21  Transaksi Apotek
Field Name
Type
Size
Keterangan
Transaksi_no
Varchar
15
Primarykey
Nama_pasien
Varchar
30
-
Kode_Dokter
Varchar
10
-
Nama_Dokter
Varchar
50
-
Identitas_Obat
Varchar
10
-
Nama_Obat
Varchar
30
-
Jumlah_obat
Number
11
-
Harga_obat
Number
11
-
Jumlah_pembayaran_
Apotek
Number
11
-

Tabel 3.22  Pembayaran
Field Name
Type
Size
Keterangan
Nomor_transaksi
Varchar
15
Primarykey
Nama_pasien
Varchar
30
-
Nama_transaksi
Varchar
50
 -
Tarif
Number
11
-






3.2.13    Perancangan Input Output

Gambar 3.18 Desain Master Dokter
Gambar 3.19 Desain Master Pasien




Gambar 3.20 Desai Master Obat


Gambar 3.21 Desain Master pemeriksaan Laboratorium


Gambar 3.22 Desain Master Diagnosa















 








Gambar 3.21 Desain Master Poli




















Baru
 

Edit
 

Simpan
 

Batal
 

Hapus
 
 





Gambar 3.23 Desain Master Poli

Gambar 3.24 Desain Transaksi Pendaftaran
















 



















Gambar 3.25 Desain Transaksi Poli Klinik







 



















Gambar 3.26 Desain Transaksi Rujukan Laboratorium







 



















Gambar 3.27 Desain Transaksi Apotek







 

















Gambar 3.28 Desain Transaksi Administrasi Pembayaran


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Implementasi Sistem
            Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistim yang ada dalam dokumen guna disetujui dan menguji, menginstal serta memulai menggunakan sistem baru atau sistem yang telah diperbaiki. Dalam bab ini akan dijelaskan tentang konfigurasi hadware dan software, petunjuk instalasi, petunjuk pengoperasian program serta pengujian hasil.

4.2. Instalasi Program
            Instalasi program berfumgsi untuk menjalankan suatu program yang diinginkan. Sedangkan instalasi itu sendiri berhubungan dengan hardware dan software sebagai instalasi. Hardware sebagai media menginstal dan software sebagai sesuatu yang diinstal. Instalasi program juga merupakan hal memasang suatu kumpulan instruksi yang harus dilakukan komputer. Dalam pembuatan program ini, digunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0, dimana menginstal program tersebut diperlukan software dan hardware dengan spesifikasi tertentu yang akan dijelaskan pada sub bab dibawah ini.





4.2.1. Konfigurasi Hardware Dan Software Yang Dibutuhkan
            1.Software yang digunakan adalah :
·         Sistem operasi windos 9X/2000/NT/XP
            2. Hardware yang dibutuhkan adalah :
·         Prosesor minimal Pentium II 233 atau setara Pentium
·         RAM  minimal 64 MB (direkomendasikan 128 MB)
·         Harddisk minimal 2 GB
            Langkah-langkah untuk menginstal program sistem  informasi puskesmas ini adalah sebagai berikut :
1.      Masukan CD yang berisi file program
2.      Copy File program dari CD ke harddisk
3.      Jalankan setup dengan klik dua kali pada icon
4.      Ikuti printah yang ada sampai finish
5.      Setelah selesai, restart kembali
6.      Untuk menjalankan program klik dua kali pada puskesmas.exe

4.2.2. Petunjuk Pengoperasian Program Beserta Hasil Pengujian
            Program ini dapat dioperasikan dengan mudah, langka-langkah yang harus diperhatikan dan dijalankan untuk mengoperasikan program ini adalah sebagai berikut:




  1. Klik dua kali pada file exe pada program puskesmas
  2. Sebelum melakukan kegiatan maka dimenu utama terdapat login yang berguna untuk memfokuskan pekerjaan user dengan menggunakan option yang terlihat seperti terlihat pada gambar 4.1 dibawah ini.
Gambar 4.1. Tampilan login
Setelah melakukan login maka akan muncul menu utama sepeti terlihat pada gambar 4.2 dibawah ini.
Gambar 4.2 Tampilan menu utama
  1. Pada menu utama ini mempunyai menu yaitu memulai aktifitas dan laporan. Menu-menu tersebut juga mempunyai sub menu, yaitu pada menu file mempunyai sub menu keluar. Seperti terlihat pada gambar 4.3 dibawah ini.

Gambar 4.3 Tampilan menu file dengan sub menu keluar
4. Pada menu master terdapat dokter, pasien, obat, laboatorium, diagnosa, poli. Seperti terlihat pada gambar 4.4 dibawah ini.
Gambar 4.4 Tampilan dengan sub menu master
  1. Pada menu transaksi terdapat pendaftaran, rekam medis pasien, poli, rujukan laboratorium, apotek dan administrasi pembayaran. Seperti terlihat pada gambar 4.5 dibawah ini.


Gambar 4.5 Tampilan dengan sub menu transaksi
  1. Pada menu laporan ini terdapat laporan dokter, laporan pasien, laporan transaksi. Di dalam sub menu laporan transaksi terdapat poli klinik, laboratorium, apotek. Seperti terlihat pada gambar 4.6 dibawah ini.
Gambar 4.6 Tampilan dengan sub menu laporan




  1. Menu  Master
             Klik pada menu dokter maka akan muncul seperti gambar 4.7
Gambar 4.7 Tampilan form data dokter
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data identitas dokter sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data dokter.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data dokter.

·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.
             Klik pada menu pasien maka akan muncul seperti gambar 4.8
Gambar 4.8 Tampilan form data pasien
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data identitas pasien sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data pasien.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data pasien.
·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.
             Klik pada menu obat maka akan muncul seperti gambar 4.9
Gambar 4.9 Tampilan form data obat
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data obat sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data obat.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data obat.
·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.

             Klik pada menu laboratorium maka akan muncul seperti gambar 4.10
Gambar 4.10 Tampilan form data laboratorium
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data laboratorium sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data laboratorium.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data laboratorium.
·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.

            Klik pada menu diagnosa maka akan muncul seperti gambar 4.11
Gambar 4.11 Tampilan form data diagnosa
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data diagnosa sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data diagnosa.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data diagnosa.
·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.

            Klik pada menu poli maka akan muncul seperti gambar 4.12
Gambar 4.12 Tampilan form data poli
·         Klik tombol baru untuk memulai pengisian, isikan data poli sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data tersebut dan data yang sudah tersimpan dapat kita lihat pada Data Grid di form.
·         Klik tombol edit pada saat terjadi kesalahan saat pengisian form data poli.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form data poli.
·         Klik tombol hapus untuk menghapus data yang sudah tersimpan pada Data Grid di form.


  1. Menu Transaksi
             Klik pada menu  transaksi pendaftaran maka akan muncul seperti gambar 4.13
Gambar 4.13 Tampilan form data transaksi pendaftaran
·         Isikan data pendaftaran sesuai pada isian yang ada pada form.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data pendaftaran.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan pada saat pengisian form pendaftaran.









             Klik pada menu transaksi rekam medis maka akan muncul seperti gambar 4.14
Gambar 4.14 Tampilan form data transaksi rekam medis
·         Klik tombol bintang untuk melakukan pencarian data pasien.
·         Klik tombol tampil untuk menampilkan data rekam medis pasien






             Klik pada menu transaksi poli maka akan muncul seperti gambar 4.15

Gambar 4.15 Tampilan form data transaksi poli
·         Klik tombol bintang untuk melakukan pencarian data.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data transaksi poli.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan transaksi poli.







             Klik pada menu transaksi rujukan laboratorium maka akan muncul seperti gambar 4.16
Gambar 4.16 Tampilan form data transaksi laboratorium
·         Klik tombol bintang untuk melakukan pencarian data.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data transaksi laboratorium.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan transaksi laboratorium.




             Klik pada menu transaksi apotek maka akan muncul seperti gambar 4.17
Gambar 4.17 Tampilan form data transaksi apotek
·         Klik tombol bintang untuk melakukan pencarian data.
·         Klik tombol simpan untuk menyimpan data transaksi apotek.
·         Klik tombol batal untuk membatalkan transaksi pembayaran.




             Klik pada menu transaksi administrasi pembayaran maka akan muncul seperti gambar 4.18
Gambar 4.18 Tampilan form data transaksi administrasi pembayaran
·         Klik tombol bintang untuk melakukan pencarian data.
·         Klik tombol tampil untuk menampilkan transaksi pembayaran.





  1. Menu Laporan
            Apabila kita memilih laporan dokter maka akan muncul gambar 4.19
Gambar 4.19 Tampilan hasil cetak laporan dokter







             Apabila kita memilih laporan pasien maka akan muncul gambar 4.20
Gambar 4.20 Tampilan hasil cetak laporan pasien







             Apabila kita memilih laporan transaksi maka akan muncul poliklinik, laboratorium, apotek.
·         Apabila kita memilih poliklinik maka akan muncul seperti pada gambar di bawah ini
·         Sebelum menekan tombol tampilkan kita harus melihat dari tanggal berapa sampai tanggal berapa yang ingin kita lihat baru menekan tombol tampilkan maka akan muncul gambar 4.21
Gambar 4.21 Tampilan hasil cetak laporan poliklinik
·         Apabila kita memilih laboratorium maka akan muncul seperti pada gambar di bawah ini
·         Sebelum menekan tombol tampilkan kita harus melihat dari tanggal berapa sampai tanggal berapa yang ingin kita lihat baru menekan tombol tampilkan maka akan muncul gambar 4.22

Gambar 4.22 Tampilan hasil cetak laporan laboratorium








·         Apabila kita memilih apotek maka akan muncul seperti pada gambar di bawah ini
·         Sebelum menekan tombol tampilkan kita harus melihat dari tanggal berapa sampai tanggal berapa yang ingin kita lihat baru menekan tombol tampilkan maka akan muncul gambar 4.23
Gambar 4.23 Tampilan hasil cetak laporan Apotek


BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Puskesmas Wedomu serta hasil pembahasan yang didasarkan kepada teori – teori yang relevan dengan masalah  yang dibahas, Puskesmas Wedomu ini dibangun dengan metode sistem informasi. Adapun tahapan – tahapan tersebut antara lain : analysis, design, coding dan implementasi.
Proses analysis dan design digambarkan dengan Badan Alir Diagram (BAD), Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD), proses tersebut digambarkan dengan Microsoft Office Visio 2003, Powerdesigner 6 maupun Powerdesigner 10. Proses pengkodean menggunakan bahasa pemrograman  Visula Basic 6.0 sedangkan untuk databasenya menggunakan Navicat for MySQL sehingga dapat mengelola lebih dari satu database dengan jumlah record yang besar.
Sistem informasi rekam medis pada puskesmas ini digunakan untuk membantu mempermudah pasien dan semua dokter atau perawat yang bertugas di dalam puskesmas.







5.2    Saran
   Untuk mampu bersaing di era sekarang ini, maka balai puskesmas harus selalu meningkatkan pelayanan dan sistem yang ada pada balai puskesmas tersebut.Salah satu pendukung meningkatnya pelayanan dan sistem yaitu dengan adanya sistem informasi penerimaan pasien.
Penulis menyadari sistem informasi ini masih jauh dari sempurnah, untuk itu penulis menyarankan kepada pembaca untuk dapat mengembangkan sistim informasi ini menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang, terutama masalah keamanan data seperti login, pengolahan data pasien juga pada bagian lainnya
Untuk itu diperlukan inovasi-inovasi baru beserta ide-ide kreatif progremer yang mengembangkan program sistem informasi ini.

BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Puskesmas Wedomu serta hasil pembahasan yang didasarkan kepada teori – teori yang relevan dengan masalah  yang dibahas, Puskesmas Wedomu ini dibangun dengan metode sistem informasi. Adapun tahapan – tahapan tersebut antara lain : analysis, design, coding dan implementasi.
Proses analysis dan design digambarkan dengan Badan Alir Diagram (BAD), Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD), proses tersebut digambarkan dengan Microsoft Office Visio 2003, Powerdesigner 6 maupun Powerdesigner 10. Proses pengkodean menggunakan bahasa pemrograman  Visula Basic 6.0 sedangkan untuk databasenya menggunakan Navicat for MySQL sehingga dapat mengelola lebih dari satu database dengan jumlah record yang besar.
Sistem informasi rekam medis pada puskesmas ini digunakan untuk membantu mempermudah pasien dan semua dokter atau perawat yang bertugas di dalam puskesmas.







5.2    Saran
   Untuk mampu bersaing di era sekarang ini, maka balai puskesmas harus selalu meningkatkan pelayanan dan sistem yang ada pada balai puskesmas tersebut.Salah satu pendukung meningkatnya pelayanan dan sistem yaitu dengan adanya sistem informasi penerimaan pasien.
Penulis menyadari sistem informasi ini masih jauh dari sempurnah, untuk itu penulis menyarankan kepada pembaca untuk dapat mengembangkan sistim informasi ini menjadi lebih baik untuk masa yang akan datang, terutama masalah keamanan data seperti login, pengolahan data pasien juga pada bagian lainnya
Untuk itu diperlukan inovasi-inovasi baru beserta ide-ide kreatif progremer yang mengembangkan program sistem informasi ini.

ABSTRAKSI


Albertus Kristoforus Mau 2010. Sistem Informasi Rekam Medis Pasien Pada Puskesmas Wedomu Kab.Belu Kec. Tasifeto Timur Nusa Tenggara Timur . Tugas Akhir, Jurusan Sistem Informasi Universitas Merdeka Malang. Dosen Pembimbing Fikri Amrullah,Mcomp.

Kata-kata Kunci : Teknik Informatika,Puskesmas,Pasien,Rekam Medis.
         

Pasien adalah seseorang yang menerima perawatan medis. Sering kali, pasien menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya. Kata pasien dari bahasa Indonesia analog dengan kata patient dari bahasa Inggris. Patient diturunkan dari bahasa Latin yaitu patiens yang memiliki kesamaan arti dengan kata kerja pati yang artinya "menderita".


Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima pasien pada sarana-sarana kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.

Untuk itu, dibutuhkan suatu Sistem Informasi Rekam Medis Pasien yang akan mampu mempermudah semua data yang berhubungan dengan pasien lama dan baru yang ada sehingga Sistem Informasi tersebut dapat  meningkatkan kualitas penanganan pelayanan pasien yang mencangkup pelayanan pasien baru dan lama, bagian pendaftaran, administrasi/kasir, tata usaha, laboratorium, poli/dokter dan apotek untuk dapat meningkatkan accuraty pengambilan keputusan. Kinerja dari dokter, bidan, mantri akan menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga profesionalisme kerja akan bisa dirasakan oleh semua pihak, baik dari pihak Puskesmas sendiri ataupun pasien.

Semoga Sistem Informasi ini mampu memberikan pelayanan yang baik dan membantu kinerja dokter, bidan, mantri di Puskesmas Wedomu sehingga menjadi perusahaan yang maju dan terdepan.











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Entri Populer