Jumat, 16 Mei 2008

CINTA DAN KERINDUAN

Munculnya kerinduan adalah akibat kesan mendalam yang menggores pada hati kita dari apa atau siapa yang telah kita lihat,kita jumpai,dan kita kenal.Tanpa melihat dan mengenalnya kita tak mungkin ada goresan kesan yang mendalam,yang membuat seseorang merindukannya.Kerinduan bisa dikatakan efek dari cinta.Jika kita tidak mencintainya tidak mungkin kita merindukannya.

Datangnya kerinduan memang tiba – tiba muncul,tanpa mengenal saat dan tempat.Bagaimana kerinduan tiba – tiba muncul itu bisa di jelaskan? Cinta tak bisa dibatasi oleh tempat.cinta melampauinya,.Cinta yang melampaui tempat ini selalu “ada bersama” orang – orang yang saling mencintai.Maka ketika tempat mereka berjauhan,cinta akan segera melahirkan kerinduan untuk bertemu.

Bagi orang – orang yang saling mencintai, kondisi tempat yang berjauhan kadang – kadang diperlukan untuk menguji kemurnian cintanya.Sebagaimana kita ingin melihat keindahan suatu rumah yang besar secara utuh kita harus mengambil jarak darinya.Demikian pula seseorang ingin memahami dunia dia harus menjauh darinya.

Akibat dari tempat yang berjauhan antara orang – orang yang saling mencintai selain bisa menjadi sarana untuk saling memahami dengan baik,juga menimbulkan kerinduan yang semakin besar.Semakin lama mereka berada di tempat yang berjauhan semakin besar kerinduan itu.Maka ketika orang tua menjauhkan anak – anak mereka yang sudah saling mencintai,yang terjadi justru sebaliknya.Kerinduan itu akan terpupuk semakin subur.Kekuatanyan semakin bertambah,dan permuanlah yang menjadi obatnya.

Ketika mereka sudah bertemu,kerinduan itu masuk kembali ke dalam rahim cinta.
Kerinduan bisa sedikit diimbangi oleh suara lewat telepon misalnya;atau juga tulisan contohnya lewat surat atau e-mail ,bahkan chatting namun suara dan tulisan itu bukanlah pribadi.Maka hanya dengan mengimbangi kerinduan ,atau malahan menambah kerinduan,tidak sama sekali melenyapkannya.Bahasa populernya “rindunya terobati,tetapi penyakitnya tetap ada,virus kerinduan tidak akan mati.kerinduan memang bagaikan penyakit kronis yang perlu diobati secara tuntas,yakni dengan pertemuan antar pribadi.Pada saat”obat” ini diberikan ,kerinduan tiba – tiba lenyap secara ajaib masuk kembali dalam rahim ibundanya yaitu cinta itu sendiri.

Sebesar apa kerinduan kita,memang bisa menjadi indikasi besarnya cinta kita,karena cintalah yang melahirkannya.Kerinduan sekaligus menjadi pengikat cinta,seperti seorang ibu yang meras terikat untuk mencintai suaminya,karena sudah memiliki anak.Kerinduan adalah anak dari cinta yang memiliki daya ikat.kuatnya ikatan sebanding dengan besarnya kerinduan yang dimilikinya.
Kerinduan menghubungkan hati dua pribadi yang saling mencintai seperti halnya ikatan seutas tali.
Tentang kerinduan,Gibran mengatakan demikian :
“Dalam keinginan manusia ada kekuatan kerinduan
yang menyibak kabut dalam diri kita
menuju matahari”

Dan lagi :

“Cinta adalah kerinduan yang menghabiskan
Ukuran waktu”

Setiap orang memiliki berbagai macam keinginan.amat banyaklah yang diinginkan oleh hati manusia,entah itu keiginan oleh hati manusia,entah itu keinginan yang buruk maupun yang mulia.Menurut Gibran,kerinduan berada diantara sekian banyak keinginan itu.

Kita mengetahui bahwa daya kekuatan sinar matahari mampu mengisap tenaga manusia.Begitupun daya kerinduan juga kuat menarik kuat kehendak seseorang untuk memenuhinya.Dan karena kerinduan itu lahir dari cinta,maka cinta jugalah yang menjadi kendali yang baik bagikehendak tersebut.Cintalah sumber kerinduan,yang memiliki “ kuasa” untuk membuka atau menutup ungkapanya.Jika cinta kita murni ungkapan kerinduan kita juga akan menjadi murni,santun dan terkendali.Bahkan kadang – kadang,ungkapan cinta berupa sensitivitas yang tak terekspresikan.

“Ketika orang – orang yang saling mencintai sudah
Bertemu,kerinduan mereka melebur,dan masuk
Kembali ke dalam rahim cinta”




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Entri Populer