Selasa, 27 Oktober 2009

Milan Setia Gunakan 'Resep Rahasia'

AC Milan tampil luar biasa saat menjungkalkan Real Madrid dalam laga tandang Liga Champions. Ada "resep rahasia" di balik keberhasilan itu, sebuah resep yang kembali akan diterapkan tengah pekan ini di lanjutan laga Seri A.Milan menjalani awal musim ini dengan kurang meyakinkan. Sejumlah hasil mengecewakan mereka dapatkan dalam partai yang di atas kertas seharusnya dapat mereka menangi.Maka ketika Milan bisa menundukkan Madrid 3-2 di Santiago Bernabeu, orang jelas berdecak kagum. Rossoneri semakin terlihat oke karena beberapa hari sebelumnya juga meraih kemenangan 2-1 atas AS Roma di Seri A.Usai Madrid, Milan masih meneruskan tren kemenangan dengan memukul Chievo 2-1 pada laga Seri A akhir pekan lalu. Laju positif ini pun akan coba diteruskan saat berkunjung ke San Paolo, markas Napoli, Kamis (29/10/2009) dinihari WIB."Napoli adalah tim yang bagus dengan pemain berkualitas yang bisa membuat perbedaan. Kami harus datang ke San Paolo untuk tampil baik, bermain dengan kerakter kami sendiri dan tidak meremehkan lawan," tegas bek Milan Thiago Silva di situs klubnya.Napoli sendiri sejauh ini punya rekor apik di kandang. Dari empat laga yang sudah dijalani di markas sendiri, mereka belum pernah kalah, menang tiga kali dan seri satu kali."Itu tidak berarti kami nanti harus terus bertahan, tapi kami harus menyerang seperti yang kami lakukan di Bernabeu. Menyerang lawan, itulah rahasia di balik hasil yang kami petik dalam penampilan belakangan ini," ucap Silva.Milan yang punya poin 15 berkesempatan naik ke posisi empat besar Seri A jika memetik tiga angka di laga ini, kendati dengan catatan Palermo dan Fiorentina --yang juga mengantongi angka 15-- tidak meraup poin penuh dalam laga giornata 10 pertengahan pekan ini. Fiorentina akan dijamu Genoa sedangkan Palermo melawan Inter Milan.Kedua partai tadi dipastikan berlangsung sengit mengingat Genoa yang hanya berselisih dua angka dari Fiorentina pasti bertekad membenahi posisi di laga antar kedua tim itu, sementara Inter --yang dibayangi Sampdoria-- pasti tak mau kehilangan puncak klasemen sehingga akan berusaha sebisa mungkin menekuk Palermo.Khusus untuk Inter, mereka tak boleh lengah meski berposisi jadi tuan rumah dalam laga ini. Alasannya, Palermo sukses mengimbangi Nerazzuri 2-2 di Giuseppe Meazza pada bulan April 2009 lalu.Sementara itu, Sampdoria yang hanya terpaut dua angka dari Inter akan menghadapi ujian berat dari Juventus yang juga siap menyalip posisi mereka di papan klasemen --Sampdoria punya 20 angka, Juve 18 angka. Juve akan jadi tuan rumah menjamu Sampdoria di Olimpico Grande Torino.

Nesta Tutupi Mandulnya Striker Milan

Leonardo menurunkan semua striker yang dimilikinya saat AC Milan bertandang ke Chievo. Tapi yang memborong gol kemenangan Rossoneri justru seorang bek tengah bernama Alessandro Nesta.Sejak awal musim Milan memang sudah bermasalah dengan lini depannya. Sebelum laga dengan Chievo dinihari tadi, Diavolo Rosso baru membuat enam gol yang membuat mereka jadi salah satu tim dengan produktivitas terburuk di posisi 10 besar klasemen.Sejak laga kontra Real Madrid di tengah pekan lalu, Leonardo sudah mencoba menambah keganasan lini depannya dengan sekaligus memasang tiga pemain. Kemenangan 3-2 atas Los Blancos sepertinya mendorong Leonardo kembali memakai pola serupa saat menghadapi Chievo.Namun di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Senin (26/10/2009) dinihari WIB, striker-striker Milan kembali tumpul. Lini depan Milan seperti menemui jalan buntu saat berhadapan dengan barisan pertahanan Chievo yang tampil lugas dan tanpa kompromi.Padahal dalam laga tersebut Leonardo sudah menurunkan semua striker utamanya. Setelah memasang trio Alexandre Pato, Ronaldinho dan Klaas-Jan Huntelaar sebagai starter, dia kemudian memasukkan Filippo Inzagi dan Marco Borriello untuk menggantikan Dinho dan Hunter di paruh kedua. Namun lima orang striker tersebut tetap tak bisa memberi gol yang dicari-cari Milan.Kalau Rossoneri kemudian bisa memecah kebuntuan dengan bikin gol penyama, itu karena kecemerlangan Alessandro Nesta. Sang defender kemudian malah mampu bkin gol kedua yang memastikan Milan membawa pulang kemenangan."Untuk Nesta, apa lagi yang bisa saya katakan? Bagi kami dia lebih dari sekadar seorang pemain dan dia tak bisa dijelaskan dengan kata-kata," sanjung Leonardo usai laga seperti diberitakan Football Italia.Nesta, yang karirnya sempat terancam lantaran cedera parah pada kakinya, justru jadi pilar utama Milan musim ini. Bek 33 tahun itu dianggap sebagai pemain Milan yang paling konsisten performanya di musim ini. Membantu menutupi tumpulnya lini depan sekaligus menjamin keamanan di lini belakang sudah dilakoni Nesta dengan sangat baik. Tapi dia masih punya tugas untuk mengawal proses peremajaan di lini belakang Milan, menyusul masuknya Thiago Silva dan beberapa nama lain yang sudah dan akan dibeli Rossoneri.

Kamis, 22 Oktober 2009

Bernabeu Milik Rossoneri
























Ronaldinho, Pato, dan Clarence Seedorf merayakan gol Pato di menit 88, yang memastikan kemenangan AC Milan atas Real Madrid.

Pato Makin Jadi Kunci

Satu tempat di lini depan AC Milan sudah dipastikan milik Alexandre Pato. Penyerang muda Brasil ini semakin menjadi kunci Rossoneri untuk menggedor jala tim-tim lawan.

Walaupun Milan masih menyimpan Filippo Inzaghi dan memiliki Marco Boriello serta Klaas Jan Huntelaar, faktanya sejauh ini Pato-lah yang hampir selalu menjadi starter.

Di musim penuh keduanya di San Siro ini, pemain berusia 20 tahun itu memimpin daftar top skorer internal klub dengan total lima gol: tiga di Seri A, dua di Liga Champions.

Yang menarik adalah, Pato membuka pundi-pundi golnya di pekan pertama kompetisi domestik. Ketika Milan menang 2-1 di kandang Siena, dialah yang memborong kedua gol tersebut.

Setelah itu Pato sempat paceklik, seiring dengan buruknya performa Milan. Dan ketika timnya membaik, ia menjadi inspirator.

Akhir pekan lalu, saat Milan mengungguli AS Roma 2-1, Pato menjadi pencetak gol penentu kemenangan tersebut. Pun demikian sewaktu Milan meraih sukses besar di Liga Champions dinihari tadi, Kamis (22/10/2009) WIB, di kandang Real Madrid.

Tak cuma penentu kemenangan, ia pun menyumbangkan dua gol untuk timnya. Gol pertama ia buat di menit 66, empat menit setelah Andrea Pirlo membalas gol pembuka Madrid yang dibuat Raul Gonzalez di babak pertama.

Ketika skor imbang 2-2, Pato tampil sebagai pahlawan lagi. Dua menit menjelang injury time, tendangan volinya dari jarak dekat menaklukkan kiper nomor satu Spanyol Iker Casillas, sekaligus menghilangkan poin dari Los Galacticos.

Jebolan klub Internacional ini mulai membela Milan sejak Januari 2007 dan mencetak sembilan gol dari 18 pertandingan Seri A. Di musim lalu ia tampil 42 kali di semua kompetisi dan mendulang 18 गोल.

Total Tayangan Halaman

Entri Populer